Jl.Raya Bunpenang No.06 - Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep

Panen Nira Siwalan (La’ang)



Nira siwalan adalah cairan yang disadap dari tangkai bunga pohon siwalan. Mayarakat Madura biasa menyebutnya dengan nama la’ang. Pemanenan nira siwalan dapat dilakukan ketika pohon mencapai usia 15-20 tahun, dan pemanenan dapat dilakukan terus selama 30 tahun. Pohon siwalan baik jantan maupun betina keduanya dapat menghasilkan nira, tetapi nira yang dihasilkan dari pohon betina 50% lebih banyak jika dibandingkan pohon jantan. Nira siwalan dapat digunakan untuk pembuatan gula merah, gula semut, legen dll.

Mayoritas masyarakat Desa Bunpenang menjadikan kegiatan panen nira siwalan sebagai sumber nafkah utama ataupun sebagai nafkah tambahan. Proses penyadapan nira siwalan dilakukan dengan cara mengiris tandan bunga dengan pisau dengan mengarah kebawah untuk mengeluarkan tetesan nira siwalan yang ditampung diwadah timba. Pohon siwalan yang sudah produktif, rata-rata menghasilkan 6 Liter nira siwalan per hari.


Sementara itu kerusakan nira bisa terjadi pada saat nira mulai keluar dari malai dan ditampung pada timba penampung atau pada waktu nira disimpan untuk menunggu pengolahan. Untuk memperlambat terjadinya kerusakan nira siwalan selama proses peyadapan, masyarakat Bunpenang biasanya memberikan bahan pengawet berupa kulit dari kayu pelembeng di timba penampung.




Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Jadwal Sholat